Sabtu, 11 Oktober 2008

Krisis Ekonomi Global


pasar ekonomi dunia saat ini terancam...pasalnya amerika tengah mengalami krisis..
krisis yang di sebabkan oleh banyak faktor diantaranya :

1. Penumpukan hutang nasional hingga mencapai 8.98 trilyun dollar AS sedangkan PDB hany 13 trilyun dollar AS
2.
Terdapat progam pengurangan pajak korporasi sebesar 1.35 trilyun dollar. (mengurangi pendapatan negara)
3.
Pembengkakan biaya Perang Irak dan Afganistan (hasilnya Irak tidak aman dan Osama Bin
Laden tidak tertangkap juga) setelah membiayai perang Korea dan Vietnam.

4.
CFTC (Commodity Futures Trading Commision) sebuah lembaga pengawas keuangan tidak
mengawasi ICE (Inter Continental Exchange) sebuah badan yang melakukan aktifitas

perdagangan berjangka.Dimana ECE juga turut berperan mengdongkrak harga minyak
hingga
lebih dari USD 100/barel
5.
Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Merryl
Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UFJ.

6.
Keputusan suku bunga murah dapat mendorong spekulasi.
(sumber : kompas, 27 januari 2008)


mau tidak mau dampak kian melebar keseluruh negara di dunia tak terkecuali indonesia,, ini kian terasa ketika perdagangan saham di lantai bursa efek indonesia(BEI) anjlok...sebenarnya krisis yang melanda amerika sudah jauh hari menggaung. dan pemerintah sudah bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun, bahkan gubernur BI "Budiono" sempat melemparkan statement untuk menenangkan kita bahwa krisis amerika "tidak akan berdampak terhadap perekonomian kita". okelah kita pantas berlega hati mengingat boediono adalah orang yang ahli dalam bidang perekonomian baik makro maupun finansial namun sampai kesini dampak krisis negara adi kuasa itu kian terasa, bagaimana tidak akan berdampak pak... jika para investor akan menarik saham mereka dan perdagangan saham di BEI terus mengalami penurunan, IHSG tercatat melemah ke level 10,38% suatu level yang sangat buruk, belum lagi akibat krisis amerika yang berakibat pada menurunnya volume ekspor indonesia ke amerika, kita mengetahui bahwa amerika merupakan negara tujuan ekspor indonesia, keadaan seperti ini mendesak amerika untuk mengurangi volume impor mereka mengingat krisis yang melanda, kalau sudah begini dampak yang dirasakan indonesia begitu nyata,pemerintah harus mulai mencari celah kembali untuk menyalurkan Ekspor kita ke negara2 lain. tapi tidak semudah itu untuk mendapatkan celah tersebut secara instan. pemerintah harus memutar otak untuk mengalihkan barang barang ekspor ke negara negara lain di eropa,asia maupun afrika.
Lalu bagaimana dengan nilai tukar rupiah...??apakah berbanding lurus dengan menurunnya Indeks Harga Saham Gabungan di Laitai BEI? kekhawatiran BI dan pemerintah akan terjadinya inflasi dan kemerosotan nilai rupiah menjadikan BI mengeluarkan kebijakan berupa kenaikan suku bunga secara drastis..keadaan ini dinilai skeptis oleh para pakar pengamat perekonomian..dengan BI menaikkan suku bunga hanya akan menambah beban bungan BI dan pemerintah yang ujung2nya menjadi beban yang harus di tanggung pemerintah,,dan jika kenaikan suku bungan memang terjadi dikhawatirkan akan menghambat sektor riil terutama pembangunan infrastruktur di negara kita.!! Bi berpendapat lain dengan menaikkan suku bunga akan memperkuat likuiditas kita dan menekan laju inflasi sehingga bisa memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar. akibatnya uang yang beredar di pasar akan sedikit sehingga menarik para investor dan nasabah untuk menyimpan uangnya di bank,,, di tengah memburuk nya iHSG BEI menutup perdagangan saham pada Rabu dan baru akan di buka kembali pada hari jumat sambil melihat keadaan pasar, namun BI masuk menutup peradangan untuk sesi ke 2 ,,,dan BEI diselamatkan oleh 2 hari libur rutin perdagangan saham yaitu sabtu dan minggu, presiden menginstruksikan kepada badan BUMN segera membeli saham mereka untuk mengurangi dampak yang lebih serius lagi, karena pemerintah tak akan kuasa untuk mengultimatum badan suasta untuk membeli saham mereka di tengah gejolak ekonomi pasar yang kian memburuk,,pemerintah berharap agar para investor lokal untuk membeli saham saham di BEI sebagai satu langkah antisipasi... (sumber: harian mediaindonesia) Semoga keadaan ini tidak makin memburuk dan cepat berakhir kembali menjadi normal sehingga semua bisa berjalan sinergi antra ekonomi bangsa yang tertuju pada kemakmuran perekonomian bangsa!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar